Label

Minggu, 24 Februari 2013

IMPIAN SEDERHANA...!!!


Keinginanku adalah Harapanku
Harapanku adalah Impianku
Impianku adalah Cita-citaku
Berbeda kata
Berbeda pengertian
Satu makna penafsiran

Impian ini
Kutanam dari balita
Hingga sekarang sudah tumbuh
Begitu tinggi dan dalam, tanpa batas
Takkan ku sia-siakan impianku
Takkan ku berhenti walau hanya sejenak
Berhenti sejenak sama dengan berhenti hidup
Takkan aku seperti itu Ku pasti akan mewujudkan
Mewujudkan impian sederhana ini

Impian yang telah kurawat
Hingga 18 tahun ini 
Impian ku sederhana 
Tapi sulit untuk membuatnya nyata
Impianku adalah sebagai 
Seorang anak yang ingin membahagiakan Ortu
My Father & My Mother

أحبك أمي وأبي



IBU, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Tak ada yang spesial untukmu Ibu
Tak ada yang bisa kuberi untukmu
Emas ataupun permata
Bahkan kata MAAF, TERIMAKASIH 
Atau pun SELAMAT tak bisa ku utarakan di hadapanmu, IBU 

Tak tahu mengapa??
Tapi malah timbul tanda tanya besar
Apa pantas kata-kata itu??
Apa pantas??

Apa daya Ibu Bibir ini sulit untuk dibuka
Terlalu *Sungkan * mengatakannya
Apa hanya segitu harga
Untuk seluruh pengorbananmu

Sembilan bulan kau kandungaku
Kau lahirkan aku dengan pertaruhan nyawamu
Tak tahu kapan aku bisa membalasnya
Membuat senyuman tersungging di bibir bahkan wajahmu
Senyuman kebahagian karena anakmu sukses
Anakmu ini IBU
Pulang dengan sejuta impian yang telah terwujud
Ibu,, kau pelitaku
Penerang dalam kegelapan
Kau hidupku, tanpamu hidup ini hampa tanpa arah dan tujuan
Kau segalanya ..

Hanya untaian Do'a untukmu
Ibu MAAFkan Aku
IBU TERIMAKASIH banyak untuk semuanya 
KAU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA 
*أحبك أمي*


Minggu, 28 Oktober 2012

HANYA TINGGAL SUMPAH




Terpatri dalam album lama
Kusam, Penuh dengan debu 
Tak dirawat
Tak satupun yang peduli
Bahkan tak satupun yang tahu

Delapan puluh empat tahun silam
Para pemuda-pemudi indonesia
Bersatu, berkomitmen, berjuang
Membulatkan tekatnya
Menumpahkan seluruh semangatnya
Mengangkat harkat dan martabat Bangsa indonesia ini

Sayang, itu hanya sebuah memori
Usang, dekil tak menarik
Delapan puluh empat tahun berlalu
Semangat itu memudar tergerus oleh era
Era globalisasi, era modernisasi, era matrealisasi
Pemikirannya hanyalah uang, uang dan uang

Mana sumpah kalian dulu???
Yang kalian bangga-banggakan
Yang kalian junjung tinggi mana???
Wahai pemuda-pemudi indonesia
Yang katanya sang pelopor perubahan

Perubahan apa yang telah kau buat?
Iyya memang ada perubahan
Tapi bukannya ada kemajuan di negara ini
Malah kemunduran begini 


Maka Marilah Kanda, Ayunda, Sahabat, Sahabati,
Kakak, Adik, Ibu, Bapak, Nenek, Kakek
Seluruh warga Indonesia
Kita bersatu padu, bergandengan tangan,
Saling sadar untuk mendelet segala virus"
Hingga tercipta
Indahnya Kesadaran yang melahirkan Persatuan